Memetik gitar dan bernyanyi
Pada waktu tak bertepi
Di atas langit di bawah tanah
Di hembus angin terseret arus
Untuk saudara tercinta
Untuk Jiwa yang terluka
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Rabu
Di Mata Air Tidak Ada Air Mata
Label:
renungan
Bangunlah Putra Putri Pertiwi
Sinar matamu tajam namun ragu
Kokoh sayapmu semua tahu
tegap tubuhmu takkan tergoyahkan
Kuat jarimu kalau mencengkeram
Bermacam suku yang berbeda
Bersatu dalam cengkeramanmu
Angin genit menghembus merah putihku
Yang berkibar sedikit malu-malu
Merah membara tertanam wibawa
Putihmu suci penuh kharisma
Pulau pulau yang berpencar
Terbanglah garudaku
Singkirkan kutu-kutu di sayapmu oh…
..
Berkibarlah benderaku
Jangan ragu dan jangan malu
Bahwa sesungguhnya kita mampu
Mentari pagi sudah membumbung tinggi
Bangunlah putra putri pertiwi
Mari mandi dan gosok gigi
Setelah itu kita berjanji
Tadi pagi esok hari atau lusa nanti
Garuda bukan burung perkutut
Sang saka bukan sandang pembalut
dan coba dengarkan
Pancasila itu bukan rumus kode buntut
Yang hanya berisikan khayala
Label:
renungan
Langganan:
Postingan (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.